Himpunan Mahasiswa Seni Tari STKIP-PGRI Banjarmasin

Selamat datang di Blog Himaseta….

Himpunan Mahasiswa Seni Tari (Himaseta) adalah sebuah wadah organisasi profesi para mahasiswa jurusan pendidikan seni tari STKIP-PGRI Banjarmasin yang berdiri sejak tahun 2006. Organisasi ini secara aktif bergerak di bidang profesi pendidikan dan kesenian khususnya seni tari.

Melalui blog ini kami memberikan informasi tentang seni budaya yang ada di Kalimanta Selatan khususnya seni tari guna menambah khasanah berkesenian di Indonesia.

Semoga keberadaan blog ini bermanfaat demi kemajuan dunia kesenian dan pendidikan Indonesia.

Salam Seni…

Saat yg di Tunggu para insan seni tari di Kalimantan Selatan, ajang kompetisi bergengsi yg menampilkan karya-karya tari kreasi tradisi baru guna menambah khasanah seni tari tradisi Kalimantan Selatan.

Ayo kita berikan apresiasi yg sebesar-besarnya kepada para peserta yang ikut dalam acara tersebut pada tanggal 24 Juni 2012 di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan.

Peserta terbaik akan dikirim untuk mewakili Kalimantan Selatan dalam Parade Tari Nusantara pada tanggal 13 Juli 2012 di Taman Mini Indonesia Indonesia, Jakarta.

INNALILLAHI WAINNAILAI HIRAAJIU’N

Telah berpulang ke Rahmatullah, seorangan teman, sahabat, saudara, “dangsanak”, adik, kakak kita bernama Ratna Uciana, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni tari Angkatan 2007 .

Meninggal pada Minggu tanggal 15 Agustus 2010 di RSUD Ulin Banjarmasin karena sakit.

Segenap keluarga besar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Tari menghaturkan duka yang dalam atas kepergiannya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT, Amin…!!!

Menuntut ilmu di jurusan pendidikan seni tari ternyata tak menyurutkan semangat untuk berkesenian dibidang lain selain seni tari. Terbukti dengan prestasi yang berhasil diraih oleh sanggar Nada Banua Etnika – Himaseta yaitu juara pertama festival musik panting sekota Bajarasin yang baru-baru ini diselenggarakan.   selamat buat Sanggar Nada Banua Etnika – Himaseta. Terus semangat tuk berkesenian….

Pendidikan Seni Tari merupakan  jurusan baru di STKIP PGRI Banjarmasin . Pendidikan sejenis belum ada di Kalsel bahkan di seluruh Kalimantan. Oleh karena itu mahasiswa belum memiliki contoh nyata mengenai prospek ke depan dikarenakan Jurusan seni tari belum menghasilkan lulusan. Minimnya wawasan dan apresiasi membuat mahasiswa belum memiliki gambaran proses pembelajaran mahasiswa seni tari dari perguruan tinggi sejenis yang lebih dulu hadir dan bagaimana menjadi mahasiswa yang kompeten di bidang seni tari . Oleh sebab itu  mahasiswa masih memerlukan dorongan semangat dan motivasi belajar serta wacana-wacana yang berhubungan dengan Jurusan Pendidikan Seni Tari.

Hal ini kami maksudkan  sebagai upaya mewujudkan Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin menjadi  “Pusat Studi Seni Tari” di Kalimantan sesuai dengan visi, misi, dan dan tujuan pendidikan  yang ditetapkan oleh lembaga maupun Jurusan. Motivasi dan gambaran umum tentang Pendidikan Seni Tari sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar bagi mahasiswa, untuk itu perlu kiranya diadakan kuliah umum sebagai wahana penambah wawasan, semangat, dan tukar pikiran terhadap nara sumber yang kami rencanakan adalah person yang mempunyai latar belakang  pendidikan ,  pemikir dan praktisi dalam bidang seni khususnya Seni Tari.

Beranjak dari dasar pemikiran tersebut maka diselenggarakanlah Kuliah Umum Jurusan/Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP-PGRI Banjarmasin. Tema yang akan menjadi muara dari seluruh percakapan dan proses yang terjadi, dengan orientasi selalu berada pada tema besar. Tema yang dimaksud adalah, ”Membangun Potensi Seni Tari Daerah Menjadi Potensi Nasional”. Bagaimana mahasiswa  memahami tema dari pengalaman mereka sehari-hari? Dari pengalaman itu, diharapkan peserta dapat bercerita, berefleksi dan memikirkan bersama, apa yang perlu dilakukan, bagaimana melakukan? Apa dan bagaimana peran Seni Tari Daerah dalam konteks persoalan masyarakat ?

Dalam Kuliah Umum, diharapkan masing-masing pembicara dapat memberi pengantar, baik tentang hal-hal makro, maupun yang lebih fokus dalam konteks persoalan Seni Tari dari sisi keilmuan dan proses tranformasinya. Kemudian didiskusikan bersama dengan peserta, dipandu oleh seorang moderator. Beberapa catatan inti dari diskusi ini, akan menjadi bahan masukkan dalam program lokakarya untuk dibicarakan lebih lanjut.

Kegiatan ini ditujukan sepenuhnya untuk mahasiswa Jurusan/Prodi Pendidikan Seni Tari dari semua angkatan dengan maksud :

Umum

Memampukan mahasiswa Pendidikan Seni Tari baik  teori maupun praktik

Khusus

  1. Membantu mahasiswa untuk menemukan bagaimana cara mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat  sebagai sumber ilmu dan ketrampilan
  2. Membantu mahasiswa memfungsikan Seni Tari sebagai asset yang bisa memberikan andil dalam bidang keilmuan dan profesi.
  3. Mendorong mahasiswa  untuk melakukan langkah kongkrit dalam upaya pelestarian, pengembangan dan produktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat pelaku maupun penikmat Seni Tari.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain :

  • Mahasiswa semakin yakin dengan prospek kedepan sebagai alumni STKIP PGRI Banjarmasin Jurusan Pendidikan Seni Tari.
  • Mahasiswa menyadari bahwa Seni Tari mampu berperan dalam pembangunan bangsa baik kognitif , afektif maupun psikomotor.
  • Mahasiswa maupun komunitas seni tari mampu menunjang kehidupan baik secara emosional maupun finansial.
  • Mahasiswa mampu bekerjasama dengan stakeholders untuk menciptakan suasana kekeluargaan.

Narasumber :

1.  Drs Supadma M.Hum

(Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta)

Berkaitan dengan kompetensi akademik, bila  Pendidikan Seni Tari dan sikap kesenimanan  dianggap seabagai potensi bersama di masyarakat, apa yang dipersiapkan dan diharapkan oleh masyarakat,  dari keduanya dalam sehari hari dapat menjadi bahan pembelajaran bersama bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

2.  Sumaryono, MA,

Barkaitan dengan prospek , untuk memberikan gambaran spektrum lapangan kerja bagi lulusan Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin, maupun relasiasi dan interaksinya? Apa peluang dan tantangan ke depan, terutama dalam konteks dinamika pluralisme etnis serta hubungannya dengan adat?

Pembicara dapat bercerita tentang pengalaman dan berefleksi dari pengalaman tersebut. Apa refleksi kritis yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama bagi masyarakat ?. Apa yang dipersepsikan dan diharapkan oleh masyarakat dari keduanya dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari?

Bagaimana keduanya dapat menembus ”sekat-sekat” tradisi dan institusi, baik agama maupun adat serta kepentingan-kepentingan politik, yang menjadi penghalang bagi upaya-upaya menyejahterakan masyarakat? Nilai-nilai apa yang relevan dan penting untuk dipakai sebagai dasar bagi upaya kerjasama untuk membangun Seni Tari di Kalsel? Apa yang perlu dilakukan?

Bertindak sebagai Moderator adalah Rizma (dari panitia Jurusan Pendidikan Seni Tari) dan sebagai Master of Ceremony : Haris Afanda, serta difasilitatori oleh Yayasan PT-YPLP PGRI Banjarmasin selaku Fasilitator Utama dan Lembaga STKIP-PGRI Banjarmasin selaku Fasilitator Pembantu. Keseluruhan kegiatan ini adalah dibawah Jurusan/Program Pendidikan Seni Tari STKIP-PGRI Banjarmasin sebagai Penanggung Jawab.

(himaseta.035)

Salam Seni…!!!

Seni Badangsanak…!!!

Tahun Baru… Semester baru…

Himaseta semakin berbenah diri diumurnya yang ke-5. Secara umum belum bisa dikatakan mapan untuk sebuah organisasi. Meski demikian banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran penting tentang bagaimana organisasi ini kedepannya. Umur memang boleh terus menjadi tua tapi jiwa pergerakan organisasi haruslah tetap menjadi muda seiring dengan perkembangan jaman.

Aspirasi-aspirasi yang berkembang di lingkungan mahasiswa(i) jurusaan pendidikan seni tari turut membangkitkan semangat bagi Himaseta untuk terus berkembang. Melalui berbagai keinginan-keinginan yang secara pribadi berkembang demi kemajuan kesenian di Kalimantan Selatan khususnya seni tari.

Menghadapi semester genap tahun 2010,  maka terlintas satu kegiatan besar di kampus STKIP-PGRI Banjarmasin. Kegiatan itu yaitu “Gelar Ekspresi Penata Tari Muda” Komunitas Seni  Pertunjukkan Anum Banua Etnika. Kegiatan ini merupakan hasil dua mata kuliah yaitu : Manajemen Seni Pertunjukkan dan Produksi Tari. Hasil mata kuliah Produksi Tari yaitu berupa penciptaan tari-tari garapan baru yang akan di tampilkan dalam sebuah pagelaran seni. Pagelaran itu sendiri dijalankan oleh mahasiswa(i) yang mengambil mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukkan. Jadi kegiatan Gelar Ekspresi Penata Tari Muda secara langsung diselenggarakan oleh Manajemen Seni Pertunjukkan dan menampilkan karya-karya tari garapan baru hasil matakuliah Produksi Tari.

Kegiatan ini insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Juli pada saat final test. Moment ini akan menjadi sebuah moment penting bagi kemajuan seni tari di Kalimantan Selatan dimana akan lahir sekitar 18 Tari garapan baru yang sebagian besar berakar dari tari daerah di Kalimantan Selatan.

Selamat berkarya….

Pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2010 bertempat di Aula Kampus STKIP-PGRI Banjarmsin pukul 19.30 sampai dengan selesai telah dilaksanakan sebuah pagelaran tari bertajuk “Gelar Ekspresi Tari 2010″. Menampilkan 16 buah tarian yang terdiri dari 10 tari tradisi, 5 komposisi koreografi dan 1 produksi tari. Pagelaran ini merupakan hasil dari mata kuliah Penggalian Tari Tradisi, Komposisi Koreografi 1 dan Produksi Tari.

disadari atau tidak pegelaran ini merupakan salah satu langkah pembaharuan nilai-nilai budaya dalam seni tari yang selama ini hampir terabaikan. Sepuluh tarian yang dipentaskan merupakan hasil dari proses rekonstruksi tari yang sudah hampir hilang keberadaanya.

Sebut saja salah satunya Tari Dara Manginang  yang mana ragam gerak dapat dikumpulkan satu persatu dari para penari yang dulu pernah menarikannya lalu disusun kembali agar dapat dihidupkan kembali. Meskipun tidak seutuhnya ragam gerak dapat ditemukan, setidaknya tari ini dapat kembali kita nikmati pada malam tersebut.

Lima tarian dari mata kuliah Komposisi Koreografi 1, menampilkan tari kreasi baru sebagai bentuk apresiasi gerak-gerak lama dan baru menjadi sebuah komposisi dan koreografi yang layak untuk ditampilkan.

Satu tarian merupakan tari garapan baru dari salah seorang mahasiswa dengan judul Ba’arai Basapa . Ditata dan disajikan dengan matang sebagai tari baru yang dapat memberikan suasana baru dalam seni tari di Kalimantan Selatan.